10 Ruas Jalan di Batubara Berlumpur

JALAN merupakan sarana infrastruktur yang berfungsi sangat penting. Tanpa jalan, suatu daerah dan kawasan akan terisolir. Karenanya, apapun yang terjadi, masalah jalan harus diutamakan. Bila tidak, daerah dan kawasan tertentu akan tetap  terisolir.

Jalan Rusak -- ilustrasi

Jalan Rusak — ilustrasi

Kondisi jalan yang rusak harus segera diperbaiki. Bila tidak, kerusakan jalan tersebut akan semakin parah dan semakin sulit pula untuk dilalui. Mungkin karena keterlambatan perbaaikan, paling tidak sepuluh ruas jalan di Kabupaten Batubara kini sangat rentan tergenang air dan berlumpur.

Benar jalan dimaksud berstatus jalan desa. Tetapi pintu masuknya sebahagian besar di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum). Sedangkan desa-desanya produktif, baik Sumber Daya Manusia (SDM) nya maupun lahannya.

Lalu, mana sepuluh ruas jalan yang senantiasa berlumpur  bila ditimpa hujan itu. Lima di antaranya di Kecamatan Air Putih, yaitu, Pasar I dan Pasar II Aras, Pasar Lapan, Titi Payung dan Tanjung Kubah. Empat di Kecamatan Sei Suka, yaitu, Kuala Indah, Kuala Tanjung, Tanjung Seri dan Simodong. Satu lagi di Ke-camatan Medang Deras, yakni, jalan menuju Kuala Sipare Desa Medang. Selain itu juga ada jalan di pedalaman Desa Limau Sundei Kecamatan Air Putih yang juga rusak dan minta segera diperbaiki.

Sementaraa beberapa jalan yang pernah diaspal juga banyak yang sudah rusak. Aspalnya terkelupas dan melahirkan lubang ternganga lebar dan dalam. Saat hujan, air juga tergenang.

Demikian juga jalan dari Desa Lalang menuju Pagurawan. Sama seperti jalan Simodong, aspal jalan kawasan pinggir pantai itu juga sudah keropos. Kondisi yang sama juga terjadi di ruas jalan provinsi pada tiga desa di Kecamatan Air Putih, yaitu, Tanah Merah, Tanah Tinggi dan Tanjung Muda.

Beberapa tahun  sebelumnya, jalan provinsi tersebut dihtmik. Tapi kini banyak hotmiknya yang sudah keropos, baik pada tengah badan jalan maupun di kiri dan kanannya. Akibatnya, jalan provinsi itu juga berlumpur dan digenangi air saat hujan. Pengemudi terpaksa memperlambat kecepatan mobinya. Bila tidak ancaman kecelakaan menunggu di depan.

Itulah yang dirasakan warga dan para pemakai jalan di kawasan Batubara.  Program perbaikan, itulah yang ditunggu dan dinantikan. Melalui perbaikan, mudah-mudahan sarana infrastruktur jalan di Batubara dapat dilalui secara baik oleh warga dan masyarakat umumnya. T.Alkisah Led. (analisa)

Mari berkomentar dengan santun !