OK Arya Diperiksa Di Kejari TebingTinggi

Nov 15th, 2008 by batubaranews | 4

TEBINGTINGGI — Tidak senang Bos-nya diliput saat menjalani pemeriksaan dengan status sebagai tersangka korupsi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi, puluhan orang yang mendampingi Bupati terpilih Kabupaten Batubara OK Arya Zulkarnain, SE, MM, Kamis [13/11], mengusir dan mengancam wartawan dengan cara cara preman pula. Nekadnya lagi, puluhan preman itu terkesan “cuek” melakukan sikap tak terpuji itu walau ratusan aparat Polresta berada di komplek Kejari itu.

Pantauan di Kajari Tebingtinggi, OK Arya Zulkarnain, SE, MM, tiba di Kejari Kota Tebing Tinggi, Jalan Gatot Subroto, sekira pukul 09.55 menggunakan sepeda motor Honda Supra BK 2021 N, naik berboncengan memakai celana hitam dan baju putih lengan panjang.
OK Arya langsung memasuki kamar Kasi Pidsus didampingi pengacara Khairil Anwar, SH dan beberapa pendukungnya. Terlihat juga, Wakil Bupati terpilih Drs. H. Gong Matua Siregar.

Sejam kemudian, ratusan pendukung Bupati terpilih Kab. Batubara itu, datang berbondong-bondong menggunakan bus angkutan.Diperkirakan, jumlah pendukung OK Arya yang datang mencapai 700 orang. Salah seorang pendukung, menyatakan warga yang datang berasal dari Tanjung Tiram, Talawi, Indrapura dan beberapa kecamatan lain.

Namun, kedatangan mereka hanya sampai halaman luar Kejari, karena dihadang ratusan petugas pengendalian massa Polresta Tebing Tinggi. Di hadapan aparat Dalmas, beberapa warga melakukan orasi dengan pengeras suara meminta agar massa tenang dan tidak berbuat anarkis.

Namun ada beberapa di antara massa yang bisa masuk ke komplek Kejari. Hingga beberapa jam kemudian, komplek Kejari bebas dimasuki siapa saja dan pengawalan aparat kepolisian menjadi renggang.

Terlihat sejumlah warga berwajah sangar masuk dengan berbagai macam tingkah terkesan over acting. Ada di antaranya yang memegang batu besar serta bertingkah menyapu lantai menuju ke arah kumpulan wartawan media cetak dan elektronik.

Sekira pukul 15.45, pemeriksaan terhadap OK Arya selesai. Dikomandoi pengacara, lintasan yang akan dilalui OK Arya kemudian dikawal ketat puluhan warga. Serempak kalangan wartawan mendekat ke arah pintu masuk ruang Pidsus untuk mengambil gambar tersangka.

Dalam kondisi itu, beberapa pendukung OK Arya kemudian bertindak berlebihan dengan meminta wartawan tidak mengambil gambar OK Arya. Bahkan, beberapa di antara wartawan ada yang diancam batu, di antaranya wartawan SCTV dan Indosiar. “Tangan saya mereka pegang sampai tak bergerak,” aku wartawan Indosiar.

Wartawan Waspada Abdul Khalik, juga mengalami perlakuan lebih kasar. Beberapa preman menolaknya, hingga berkali-kali terjajar dan masuk  parit, karena melakukan perlawanan. Hal sama dialami wartawan SIB Ridwan Napitupulu yang sempat dipiting dan hendak dirampas kameranya.

Belasan wartawan dari beberapa media cetak dikawal satu per satu dan diminta tidak mengambil gambar. Bahkan, tiga wartawan diseret masuk ke salah satu ruang Kejari. Ketiganya dikunci dari luar serta diancam akan dipukul jika keluar.

Dalam situasi kacau itu, OK Arya kemudian dibawa pendukungnya dengan pengawalan super ketat, diiringi teriakan pendukungnya hingga ke pintu depan. Tersangka kasus korupsi APBD TA 2005 Kab. Sergai itu langsung naik ke mobil dan segera meluncurkan  kencang meninggalkan Kejari.

Usai mobil tersangka meninggalkan Kejari, beberapa pendukung OK Arya sempat meminta maaf pada wartawan. Sedang wartawan yang mendapat perlakuan tidak wajar dari pendukung OK Arya, melontarkan sumpah serapah kepada aparat kepolisian.
Fungsionaris PWI Kota Tebing Tinggi Hasan Damanik, menilai polisi gagal mengamankan wartawan dalam melaksanakan tugas- tugasnya. Hal sama disampaikan sejumlah wartawan yang menyesalkan lemahnya pengawalan polisi terhadap kejadian itu, sehingga mengancam keselamatan pekerja pers.

Wartawan Mengadu

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tebing Tinggi H. Khairil Aswan Harahap, SH, didampingi Kasi Pidsus M. Zulfan Tanjung, SH dan Kasi Intelijen Yudha Utama Putra, SH, menyatakan penyesalannya atas tindakan menghalangi wartawan meliput yang dilakukan pendukung OK Arya Zullkarnain, SE, MM. “Kita sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan mereka,” kata Kajari.
Menurut Kajari, sejak awal sudah menyadari akan adanya kemungkinan insiden saat pemeriksaan OK Arya. Karena itu, dia sudah meminta Polresta untuk melakukan pengamanan. Namun, nyatanya ada insiden menghalangi tugas wartawan.
“Kalau sudah demikian kita mau bilang apa. Tapi ini pengalaman, ke depan akan diperbaiki,” tegas Kajari. Usai bertemu Kajari, 20 wartawan media cetak dan elekronik mengadukan kasus pengusiran dan pengancaman yang dilakukan pendukung OK Arya ke Polresta Tebing Tinggi. Mereka minta pihak kepolisian memproses kasus itu secara hukum.

Kasi Pidsus M. Zulfan Tanjung, SH, kepada wartawan, menyatakan OK Arya disodori 27 pertanyaan dan semuanya dijawab. Pertanyaannya, seputar pengalihan anggaran papan bunga menjadi makanan/minuman. Diduga dalam kasus itu negara dirugkan Rp 43 juta lebih. Sedangkan terkait tidak ditahannya tersangka, Kajari menyatakan karena tersangka bersikap kooperatif.
Sebelumnya, Korlap pendukung OK Arya Zulkarnain, SE, MM, Ahmad Yani, SH, menyatakan kedatangan pendukung bupati terpilih itu hanya untuk memberikan support kepada pimpinan mereka. “Kita berharap kasus ini murni persoalan hukum dan tidak dikaitkan dengan politik. Karena beda antara hukum dan politik itu sangat tipis,” kata Yani. (win)
Sumber : Beritasore.com

  • Share/Bookmark

4 Comments on “OK Arya Diperiksa Di Kejari TebingTinggi”


  1. abukhaidir said:

    Salam semenjung Batu bara…..

    ..Potrek suram SDM kita yang sudah berlalu….sudahlah…..
    sekarang…bagaimana….
    kita mulai dari awal……
    5 atau 10 tahun tidak cukup untuk membuat suatu perubahan…..perlu proses yang panjang….
    Allah SWT yang maha berkuasa yang Kun …Payakun……dapat melakukan apapun……
    akan tetapi ketika DIA memciptakan Bumi perlu suatu proses dan proses tersebut….dengan waktu yang panjang…..
    artinya apa Allah sediri mengajarkan kita untuk melalui proses untuk mengadakan suatu perubahan….

    Akr_6675


  2. Muhammad Alwi CH said:

    Mohon Kepada OK ARIZAL jangan membuat keruh suasana . dan kepada para elit politik tolong jangan rusak suara masyarakat batubara. kalau seperti yang dikatakan ok arizal, pejabat bupati batubara harus yang bersih Dari kasus, itu mimpi kaliye. Tidak ada seorang pejabat dan elit politik pun yang benar - benar dari kasus, apalagi kasus korupsi. Sayo ini oang batubara tapi lah tinggal di Riau. Sayo totap memonitor perkembangan pilkada di batu bara. Dari mulai proses sampai tejadinyo Kabupaten Batubao tu. tak usahla sok suci . untuk saat ini Oka arya lah yang paling sedikit kasusnyo dari pado yang laintu. apolagi Ibrahim Usman itu yang paling banyak kasusnyo. kalau ado media yang sanggup memuat sayo ado punyo datanyo. Tapi ado gunonyo, karna Boim uda kalah dalam pilkada. Seharusnyo Boim tu instropeksi diri. Kalau goma oang batubao samo dio, monang la dio. Tapi tebukti oang batubao tu tak goma samo dio. Waktu bejuang tak ado yang ondak, sesudah jadi banyak yang beobut. Sekali lagi sayo togaskan tak ado satu pejabat, calon pejabat, elit politik, bahkan sampai pegawai negeri sekalipun makan sumpah semuonyo.

    Mohon redaksi tulis berita ini. Ini salah satu bentuk kekecewaan publik.

    data lengkap penulis:

    Nama : Muhammad Alwi CH
    No Hp : 081378615598
    email : fizaputri@gmail.com or fizaputri@telkom.net or fizaputri@ymail.com
    web : http://www.infoasuransi-online.blogspot.com
    : http://www.ucok13.wordpress.com
    : http://www.malwichbisnis.wordpress.com


  3. jon trapolta said:

    kurang ajar kau ok arya tukang korupsi saia kau di batu bar


  4. Yusnan said:

    Kok ada ya Ketua/pimpinan Bpk. Bupati melakukan ato mencontohkan SIFAT yg jelek kepada warga itu sangat tidak terpuji buat saya sendiri selaku asli putra daerahTanjung tiram, disayang kan buat BPK. OK, SE. MM. yang bisanya mengerahkan masa dalam politik emangnya mau meju bersama atau mau perang Pak. OK?

    Bukankan pimpinan selalu memberikan taulada yg baik………..>?
    Bukankan Pimpinan selalu memberikan Akting yg terpuji……….?>

    Hanya orang yg tidak berpendidikan saja selalu menyelesaikan permasalahan dengan cara ANARKIS. Kalo pimpinannya saja begitu bagai mana lg dengan yg di pimpin.
    tunjukan kesatriaan kita terhadap masalah yg kita hadapi.
    jangan biasakan menjadi pecundang selaku ketua.

    By. Yusnan S. ST. MM.
    Putra tanjung tiram

    From: Jogjakarta

Leave a Reply

Switch to our mobile site