Pemecah Ombak di Pantai Bogak Tanjung Tiram Tidak Mampu Hadang Gelombang Laut

Nov 27th, 2008 by BatubaraNews | 6

Batubara (SIB)
Pemecah ombak (Break Water) berbentuk segi empat yang terdapat di sepanjang bibir pantai Desa Bogak Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara, tepatnya di depan Perumahan Nelayan (Perumnel) tidak mampu menghadang gelombang pasang air laut.
Akibatnya perumahan penduduk selalu menjadi sasaran gelombang ombak, bahkan pasir putih seakan-akan menjadi bencana “salju” yang selalu menutupi jalan lintas. “Baru-baru ini jalan lintas di desa kami ini selain digenangi oleh air laut juga ditutupi dengan pasir setebal hampir 2 meter,” ungkap salah seorang warga yang ditemui SIB saat berkunjung ke desa itu, Minggu (23/11).
Keadaan itu membuat sarana transportasi terputus, kendaraan bermesin tidak dapat melintasi jalan sepanjang lebih kurang 1 km. kata warga sembari mengakui hal itu bukan sekali, dua kali terjadi tetapi sudah menjadi langganan, kata warga setempat kepada SIB.
Lanjut warga, pemecah ombak yang dibangun pemerintah pada tahun 2006 dan 2007 berbiaya Rp300 juta bentuknya cukup aneh seperti korek api terlihat dari jauh diberi tiang lalu diikat dengan menggunakan kawat, satu persatu sudah roboh. “Memang aneh pemecah ombak di desa kami ini, bentuk seperti korek api,” ungkapnya sembari menyebutkan sepengetahuan nelayan itu pemecah ombak dibangun dengan memanjang dan memiliki jari-jari di ujungnya.
Meskipun persoalan ini telah berkali-kali dilaporkan kepada Pemkab Batubara, namun belum digubris. Untung saja Pimpinan PT Inti Atlantic, Herryson Edisuwidar, memberikan perhatian penuh untuk melakukan perbaikan saranan jalan itu, yang menggeser ketebalan pasir itu menjadi sebuah benteng sepanjang lebih kurang 500 meter. “Tapi masyarakat tidak bisa harus menumpukan semuanya kepada pengusaha, sementara pemerintah belum mengambil langkah antisipasi,” papar nelayan itu yang cukup bingung bila musibah itu kembali datang.
Menurut pantauan SIB, sebelum SD Negeri No. 018482 Bogak Kecamatan Tanjung Tiram sampai dengan Perumnel yang memiliki pantai cukup curam dan berpasir sepanjang lebih dari 500 meter, sangat rawan dan dikhawatirkan akan mengalami abrasi bahkan jalan satu-satunya akan putus. Sementara itu Herryson Edisuwidar yang ditemui wartawan di lokasi pabrik pengolahan pakan ternak di ujung Kuala Batubara itu mengakui persoalan masyarakat itu dan dirinya sekuat tenaga berupaya untuk membantu mereka. “Tapi saya selaku pengusaha tentu memiliki batas-batas tertentu untuk dapat berbuat,” ungkapnya dengan tegas.
Dirinya khawatir tidak mampu berbuat banyak, sebab bukan hanya lokasi Perumnel itu yang terus menjadi perhatiannya, tetapi perusahaan yang telah dirintis orangtuanya sejak tahun 1970-an juga menyedot perhatian dirinya, untuk menahan terpaan gelombang air laut. “Kalau boleh saya mengatakan, perusahaan ini merupakan benteng utama bagi masyarakat dalam menghadapi terpaan gelombang air laut,” ungkapnya.
Dengan belajar dari pengalaman orang Jepang yang dilihatnya dari berbagai situs di internet dalam tiga tahun terakhir ini, Herryson membangun tembok dengan menggunakan pohon batang kelapa yang dibalut dengan ban-ban bekas sekaligus dijadikan sebagai pemecah ombak. “Coba lihat bangun-bangunan yang sudah nyaris runtuh itu,” ungkapnya sembari mengatakan dirinya sudah tidak mampu lagi berbuat banyak, untuk mengantisipasi harta perusahaan.
Kemudian di lokasi perusahaan itu, sudah memprihatinkan, sebahagian memiliki bangunan tembok dengan menggunakan batang kelapa tapi sebahagian lain terlihat reruntuhan batu yang sudah tidak tahan dengan terpaan gelombang laut. Dan tembok yang dibangun oleh perusahaan yang mempekerjakan puluhan orang itu menjadi satu-satunya benteng pertahanan bagi masyarakat. “Lihat saja ada situs peninggalan sejarah di balik tembok ini, akan terancam hilang bila pemerintah tidak memberikan perhatian,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat yang mendampingi SIB ke lokasi itu. (S13/m)
Sumber : SIB

  • Share/Bookmark

6 Comments on “Pemecah Ombak di Pantai Bogak Tanjung Tiram Tidak Mampu Hadang Gelombang Laut”


  1. melayubertuah said:

    batubaranews ud mantap,di perindah dan di desain lagi pakcik biar tambah mantap gitu loo……


  2. Bidun said:

    Ayo anak Batubara !!!
    Kamu bisa !!!


  3. Wak Lung said:

    Macam mano Pemkab Batubara?
    Motan sikit kojo tu …….!


  4. Jus Dur said:

    Hallaaa………
    Tak usah serius bona, yang ponting odan begaji.
    Nak pase, nak salju….

    Gitu aja kok repot!


  5. Irma said:

    Hei Jus Dur, Gimane sih lo ?
    Elo digaji rakyat untuk ngurusi masalah-masalah rakyat.
    Kalo kagak peduli ame rakyat, berarti nyurangin rakyat…. elo makan duit haram namanya.


  6. my nasution said:

    mohon foto setiap topik berita dimuatlah pakcik……………….semoga batubara kito maju torus……….semangat torus…………………….

Leave a Reply

Switch to our mobile site