Pemkab Batubara harus libatkan tim tangani BMKT
TANJUNGTIRAM - Pemkab Batubara harus melibatkan pihak terkait dengan membentuk tim untuk menangani peninggalan aset sejarah yang bernilai ekonomis bersumber dari Bahan Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang diperkirakan kapal Belanda/Jepang di perairan Kec. Tanjungtiram wilayah kabupaten pemekaran dari Asahan itu.
“Ini sangat perlu dilakukan agar penanganannya tidak sepihak dan harus transparan supaya diketahui oleh publik sekaligus menghindari imej yang tidak baik serta kemungkinan terjadinya tindakan penyimpangan terhadap benda bernilai sejarah dan ekonomis karena sudah termasukdalam aset negara yang harus dipertahankan,” sebut kalangan masyarakat dan nelayan di Tanjungtiram kepada Waspada, tadi malam.
Mereka mengaku Pemkab Batubara telah memberikan sanksi tegas menyetop kegiatan salvage selaku pelaksana dari PT PTOP asal Jakarta terhadap bangkai kapal yang tenggelam didasar laut karena diduga menyimpang dari izin sebenarnya atau tidak memenuhi syarat mekanisme operasi.
“Tindakan ini wajar dilakukan untuk menyelamatkan kekayaan negara yang terbenam didalam laut dari kemungkinan tindakan penyimpangan maupun penjarahan yang dilakukan pihak-pihak tertentu,” ujarnya.
Kepada Pemkab untuk menindaklanjuti kasus salvage keinstitusi hukum tanpa pandang bulu jika ditemukan bukti pelanggaran izin selama operasi.Apalagi dikabarkan belasan ton getah/karet diduga berasal dari muatan kapal telah berhasil keluar tanpa diketahui secara jelas kemana dibawa dan disimpan. “Kita khawatir semua ini telah dijual untuk mendapatkan keuntungan,” katanya.
Survei
Begitu juga dengan kegiatan survey kelaut yang dilakukan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kab Batubara dengan melibatkan tim penyelam hendaknya mengikut sertakan instansi terkait termasuk DPRD Batubara agar kegiatan dilakukan tidak sepihak dipandang masyarakat.
Survey tersebut berlangsung tiga hari sejak Kamis (14/5) dan telah menemukan titik kapal yang tenggelam,namun belum dapat mengeteksi muatan di dalam kapal karena kurang didukung dengan peralatan mereka bawa.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Batubara, Azuar Hamid yang dihubungi Waspada melalui telefon selular mengaku pihaknya telah menurunkan beberapa orang tim penyelam dari Departemen Kelautan dan Perikanan Jakarta.
“Sejauh ini kami baru mengetahui keberadaan titik kapal, namun belum dapat mengeteksi muatan didalam kapal karena kurang didukung dengan peralatan yang dibawa,” ujarnya sembari mengatakan survey kembali dilakukan dalam waktu tidak dapat ditentukan.
(dat04/wsp) WASPADA ONLINE

ERA BOR Jasa Pembuatan Sumur Bor. Solusi Air Bersih, air kuning, air bau, air kotor, air kering, air keruh. Untuk Industri maupun Rumah Tangga. Hubungi: 081263497942
___________________________________
Spesialis Konstruksi Baja Ringan
Kami menerima pemasangan rangka atap baja ringan dengan harga kompetitif. (Sumut-Aceh-Riau-Sumbar-Jambi-Bengkulu-Palembang-Lampung) Hubungi : Danil (081370959533)
___________________________________












