Harga tanah melambung 200-300 persen di Perupuk
LIMAPULUH - Pasaran harga tanah pertapakan bangunan di Desa Perupuk, Kec. Limapuluh Batu Bara kini melambung menyusul rencana desa ini akan menjadi pusat pemerintahan Kab. Batu Bara.
Kantor Bupati, DPRD dan berbagai dinas/instansi di lingkungan Pemkab Batubara akan dibangun di desa pantai perairan selat Malaka ini. Bahkan Pemkab Batubara sudah mulai melakukan ganti rugi tanah untuk areal pembangunan berbagai kantor tadi.
Berdasarkan pengamatan, sebelum adanya rencana menjadikan desa ini sebagai lokasi pusat perkantoran Pemkab setempat, harga tanah disini kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta saja per rante (400 meter persegi). Harga ini untuk tanah yang berlokasi dekat dengan jalan kabupaten desa ini.
Namun kini harga itu melambung mencapai 200 hingga 300 persen. Kini harganya menjadi kisaran Rp30 juta hingga Rp 35 juta. Bahkan ada yang mencapai Rp40 juta per rante.
Warga desa tempat lokasi Pantai Sejarah ini kini disibuki dengan aksi jual beli tanah. Agen-agen tanah barupun bermunculan. Selain itu, pemodal kuat pun masuk berbisnis tanah. Mereka beli dari warga desa, dengan strategi suatu saat tanah ini ini dibutuhkan harganya akan jauh melambung. Sebagai pusat pemerintahan kabupaten, tentu kebutuhan tanah akan jauh lebih besar, ujar beberapa tokoh masyarakat Perupuk pada Waspada.
(dat02/wsp) dari : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=28784:harga-tanah-melambung-200-300-persen-di-perupuk&catid=15&Itemid=28

ERA BOR Jasa Pembuatan Sumur Bor. Solusi Air Bersih, air kuning, air bau, air kotor, air kering, air keruh. Untuk Industri maupun Rumah Tangga. Hubungi: 081263497942
___________________________________
Spesialis Konstruksi Baja Ringan
Kami menerima pemasangan rangka atap baja ringan dengan harga kompetitif. (Sumut-Aceh-Riau-Sumbar-Jambi-Bengkulu-Palembang-Lampung) Hubungi : Danil (081370959533)
___________________________________













marolop said:
walah…..gawat wak, ingat suatu ketika perupuk akan terhuni pendatang-pendatang baru yang memboli tanah warga bisa jadi penduduk asli bergeser tempat ke daerah pelosok lagi krn tanah sudah terjual dgn pemilik uang….tinggalah perupuk tinggal sejaroh….he.e.e.e