Nelayan di Batubara ‘was-was’ melaut
WASPADA ONLINE
TANJUNGTIRAM - Ratusan nelayan di Tanjungtiram,Talawi, Perupuk Limapuluh Batubara dalam seminggu terakhir ‘was-was’ berangkat melaut karena gangguan angin barat
Adnan, 45, salah seorang tekong jaring gembung di Tanjungtiram, tadi malam, mengatakan, selama setengah bulan ini baru melaut 4 kali, itupun sekedar lepas belanja dan ABK bergaji Rp25.000 per sekali melaut. Diakui memasuki hari keenam puasa pengusaha nelayan merasa ‘was-was’ mengoperasikan alat tangkapnya karena gangguan angin barat.
“Segala keperluan melaut sudah disiapkan, belanja dapur, BBM, menyirat jaring yang koyak. Tetapi sampai di pintu kuala/biruk tiba-tiba datang angin barat ditunggu ti dak juga reda terpaksa pulang ke tangkahan,” sebut Adnan.
Gagal melaut nelayan kecewa was-was dihantui angin barat atau tenggara karena sudah mengeluarkan ongkos ojek Rp5 ribu sampai Rp10 ribu PP yang datang dari Simpangdolok, Kedaisianam, Kec.Limapuluh, Pahang, Padanggenting Kec. Talawi, Limalaras, Ujungkubu, Kec.Tanjungtiram.
Manan, nelayan Kedaisianam, mengakui kalau mau ke laut terpaksa keluar ongkos ojek Rp8000 sampai Rp10.000. Untuk menutup ongkos diharapkan sebagian ikan makan dijual, tapi kalau tak jadi melaut terpaksa gigit jari.
(dat05/waspada)

ERA BOR Jasa Pembuatan Sumur Bor. Solusi Air Bersih, air kuning, air bau, air kotor, air kering, air keruh. Untuk Industri maupun Rumah Tangga. Hubungi: 081263497942
___________________________________
Spesialis Konstruksi Baja Ringan
Kami menerima pemasangan rangka atap baja ringan dengan harga kompetitif. (Sumut-Aceh-Riau-Sumbar-Jambi-Bengkulu-Palembang-Lampung) Hubungi : Danil (081370959533)
___________________________________












