Guru Adukan Bupati Batubara ke Gubsu

Sep 3rd, 2009 by BatubaraNews | 4

*hendrik hutabarat
MedanBisnis – Medan
Belasan guru dari Kabupaten Batubara mengadukan bupati mereka sendiri, OK Arya, kepada Gubsu Syamsul Arifin, Senin (31/8). Mereka menilai sang bupati telah melakukan penzoliman dengan cara menurunkan pangkat para guru dari kepala sekolah menjadi guru biasa, atau dimutasi, tanpa alasan yang jelas.
Aksi para guru itu didampingi oleh pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Ketua Lembaga Peduli Pendidikan Indonesia (LPPI) setempat, Yusrizal Siregar. Sayang, niat para guru untuk mengadu langsung ke Gubsu tidak tercapai.
Mereka akhirnya diterima oleh Kepala bagian Pendidikan dan Kesehatan Bina Sosial (Binsos) Pemprop Sumut, Mimmi Farida Pohan. Kepada Mimmi, Yusrizal menyeutkan ada 41 kepala sekolah yang diturunkan pangkatnya secara tiba-tiba atau dimutasi tanpa alasan dan dasar yang jelas.
“Aksi pencopotan itu dilakukan pada tanggal 11 Agustus lalu. Dan di Batubara, keputusan Bupati OK Arya itu dikenal dengan nama Jumat Kelabu,” ujar Yusrizal. Karena itu para guru yang diturunkan pangkatnya secara mendadak menemui Kepala Dinas Pendidikan setempat, TM Safii, keesokan harinya.
“Jawaban yang kami dapat justru tidak rasional. Kami dicopot dengan alasan peningkatan kualitas dan mutu pendidikan. Padahal selama ini kami telah mengabdi dengan baik,” ujar Drs Amiruddin Panjaitan SIP SPd menambahkan.
Mimmi Farida Pohan tentu saja tidak bisa berbuat banyak atas keluhan para guru itu. Ia berjanji akan meneruskan pengaduan guru tersebut kepada Gubsu. Menanggapi hal itu, para guru berharap dalam waktu dekat bisa dijumpakan langsung dengan Gubsu untuk menyampaikan langsung persoalan itu.

  • Share/Bookmark

4 Comments on “Guru Adukan Bupati Batubara ke Gubsu”


  1. effendi said:

    begitulah kalau pemimpin zholim & haus kekuasaan


  2. yandi said:

    kalau memang tidak berkualitas ngapai dipakai,bagus dimutasi aja paraguru-guru itu,tidak berbobot untuk jadi kepala sekolah


  3. desyharianja said:

    assalamualaikum,bu/ pak jangan kita salahkan pimpinan kota kita ataupun pimpinan negara kita.terkadang itu smua udah dikirim dari atasan.tapi yang dibawahan belum menyampaikan dengan kita para guru.jadi kita tidak boleh suujuon dengan pimpinan kita.makanya kita sebagai WNI marilah bekerja sama buat bangun negara kita agar menjadi negara yang bersih dari KKN.KKN jangan ada di Indonesia mari kita hapus bersama!!! ada yang KKn laporkan langsung kepada pihak yang berwajib dan diikut srtakan dengan bukti yang nyata!!!.hari gini KKN apa kata dunia!!!!orang yang suka KKN didunia snang, berlimpah harta an kemewahan tapi di akhirat tubuh yang KKN akan dirajam oleh Allah. ingat akhirat jangan dunia aja donk!!!


  4. dra.suhartni.mpd said:

    Bpk/ibu yth:
    Klo d zholimi ada PTUN yg siap mnrima dg segala prsoalm yg mnygkt dg jabtan dn sk.
    Pmmpin dbri kuasa olh rkyt utk mmbla rkyt jd dy jgn tllu byk “brkuasa”. Jd tunjkkn kpd pmmpn bhw hukm tu ada.
    Bpk/ibu..
    Bk aj pp no 19 2005 dn permen no 12 dan 13 2007 pst kt dpt jdkn dsr tuk kbrtan.

Leave a Reply

Switch to our mobile site