Nelayan Batubara tak melaut
LIMAPULUH - Ribuan nelayan di kabupaten Batubara terancam tak melaut akibat bahan bakar minyak (BBM) menghilang di pasaran.
“Kemana kami mau mengadukan nasib, siapa yang mendengarkan jeritan keluarga nelayan yang dapurnya tak berasap akibat ribuan nelayan terancam tak melaut karena sulitnya memperoleh BBM,” sebut seorang nelayan, Ruslan (52), tadi pagi.
Diakui, dirinya sudah tiga hari tak melaut karena sulit mendapatkan BBM jenis minyak tanah maupun solar di pasaran.
Apalagi jenis minyak tanah (minah) sudah dikurangi jatahnya di pangkalan, kalau pun ada harganya Rp800 ribu sampai Rp850 ribu/drum. Kalau per jerigen Rp120 ribu dan Rp4000 sampai Rp6000/liter
Namun, katanya, dirinya tetap berupaya memakai solar tetapi begitu suplai solar tiba di kios-kios tertentu, maupun SBPU setempat, terpaksa antri sebab cepat habis.
“Jatah solar di Batubara bagian pantai tak mencukupi kebutuhan nelayan,” katanya.
Menurutnya, tidak lagi yang diperjuangkan. Karena, BBM hilang, kalau beli di SBPU timbul masalah karena ada larangan, sementara pendistribusian solar tak mencukupi kebutuhan nelayan.
“Kami minta Pemkab Batubara memperjuangkan penambahan jatah solar setelah minyak tanah bersubsidi ditarik pemerintah,” katanya.
(dat07/ann) dari : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=81495:nelayan-batubara-tak-melaut&catid=15:sumut&Itemid=28
ERA BOR Jasa Pembuatan Sumur Bor. Solusi Air Bersih, air kuning, air bau, air kotor, air kering, air keruh. Untuk Industri maupun Rumah Tangga. Hubungi: 081263497942
___________________________________
Spesialis Konstruksi Baja Ringan
Kami menerima pemasangan rangka atap baja ringan dengan harga kompetitif. (Sumut-Aceh-Riau-Sumbar-Jambi-Bengkulu-Palembang-Lampung) Hubungi : Danil (081370959533)
___________________________________













edi said:
ha.ha.ha.ha.ha…
tanyokan ajo samo OK itu. dulu dio bekoar-koar memperjuangkan kesejahteraan orang batubaro tu..mano janji o..udahlah usah belagak pakai kupiah kalo penipunyo dio tu..suru ajo dio…ambek tali jorat di lehe nyo tu..dasar MUNAFIK (MUka Nampak Alim FIkiran Kotor)
Martolop said:
Kasian bono lah nasib wak nelayan….masih ingat tidak selogan kampanye “PETANI KAMI MAJUKAN, NELAYAN KAMI PERIORITASKAN” kami putra daerah yang ngerti masalah daerah….he.e.e.e.e ironi memang, ibarat abis manis spah di buang, arang abis bosi binasa,
periode besok wak nelayan dan wak petani ajolah yang ngurus batubaro ini biar lebih ancur……yang gelar sarjana lengkap aja gak bisa bolo….sibuk bolo kantong ajo kali yoooo wak…
Yusnan said:
Botol jugo itu Wak kato kawan kito diatas tu wak, bukan aku men jolek2 kan sarjana wak aq jugo Sarjana dri Jogja tpi kalo begitu pulaknyo pimpinan kito tu cumak janji dan janji dan memasang selogan Bosa-bosa U/ rakat ternyata buat sendiri wak, Elok lah tahun mukak uwak petani dan uwak nelayan yg jadi Pemimpinnyo sekalian Hancur,,,,,,,,,,,
subur dan kufur
dan ter kubur.
Apo kerojoan pak OK dan Pak Gong tu d kampong itu.?
jadi pembongak yo.
Yusnan said:
Ayooo taggung jawab Pemkab BTU_BARA. kemana Solar dan Mina perginya.
bagaimana dengan UUD 45 Pasal 33 ayat 3?
Ngiler said:
oih…..yang tak mengortinya oang-oang tuh UUD 45 Psl 33 Ayt 3 itu. yang ngorti UUD = Ujung Ujung nyo Duit. Ado duit Ado Barang, tak ado duit SOLAR MELAYANG. dengan tokeh Solar Main Mata dengan kesulitan Nelayan yah Tutup mata ajalah…abis pekaro…odan oang kampung sini juga lah…taulah
Hendra Putra L Arch said:
Ai… Mak jang… Tambah karam pulak iyo.
martolop said:
buat pemilik batubaranews.com, knapa konten web kok ini-ini aja, gak ada perubahannya, mana newsnya….kok tidak sama dengan judul alamatnya ????
yang nambah kok IKLAN Addsens doang ? atau hanya untuk kamuplase pembaca untuk mengklik iklan anda ? he.e.e.e
Adrian said:
Ai… Mak jzng… Tambah karam pulak iho.;
elkhoir said:
macam mano laut kito itu?
apo terbio macam itu sajo?mari samo samo kito cari jalan keluarnyo
Oelem said:
Sayo hanyo bsa berdoa ajolah bwt para nelayan kto,mengkrtik udah bnyk mga mrka yg di kursi empuk sadar,dan mw memantu para nelayan kto. . . Ina lillahi wa inna alaihi roji’un. . . . Allahuma ajirna fi musibatina wakhluf khairu minaha. . . Ya Allah,mdahkan lah urusan para nelayan kami,bri ketabahan mudahkan lah merka. . Sungguh bnyk yg hars mrka tanggung bwt keluarga merka. . . Beri kami jalan keluar . . . Mudahkan urusan kami . . . .Kalw allah berkehendak smua akan terkbulkan. . . . Amin ya Allah. . .
mehoney said:
ya ampn,, saya warga batubara,, merasa sangat sedih…… kenapa ini bisa terjadi??