Bupati Batubara dan SKPD Pelesiran

 

(Analisa/alpian) SEPI: Kantor Bupati Batubara yang terletak di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh, Jumat (29/8) terlihat sepi, hanya beberapa petugas jaga yang terlihat sedang duduk berjaga.

(Analisa/alpian) SEPI: Kantor Bupati Batubara yang terletak di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh, Jumat (29/8) terlihat sepi, hanya beberapa petugas jaga yang terlihat sedang duduk berjaga.

Batubara, Bupati Kabupaten Batubara OK Arya Zulkarnain bersama dengan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Batubara beramai-ramai pelesiran menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) yang ke 69.

Puluhan jetsky berkonvoi dari Batubara dibawa ke Tapteng dengan menggunakan mobil dinas berplat merah. Hal ini menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat Batubara, termasuk anggota DPRD Batubara. Ini diungkapkan Sekretaris Komisi C DPRD Batubara Al Asari kepada Analisa.

Al Asari menyayangkan sikap para pimpinan dan pejabat Pemkab Batubara yang secara vulgar hidup bermewah-mewahan di tengah masyarakatnya yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Mobil dinas sengaja dipilih double kabin agar mudah menarik jetsky di belakangnya untuk bersenang-senang.

Kondisi infrastruktur di Batubara yang saat ini masih buruk seakan tak menjadi perhatian serius Pemkab Batubara. Untuk itu ke depan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batubara lebih selektif lagi menyaring anggaran belanja Pemkab Batubara agar lebih memprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan sebaliknya untuk hidup bermewah-mewah para pejabatnya dengan kondisi masyarakat yang masih terpuruk, ujarnya.

Hal ini juga disayangkan sejumlah tokoh pemuda Batubara, di antaranya Romauli Damanik. Dia menyayangkan sikap para pimpinan dan pejabat Pemkab Batubara yang diduga menghambur-hamburkan uang negara, terutama dengan membawa puluhan jetsky untuk menghadiri HUT ke 69 Tapteng .

“Untuk apa bawa jetsky kalau enggak untuk pelesiran. Kenapa hampir semua SKPD yang harus berangkat? Apa kepentingan Pemkab Batubara?” pungkasnya.

Muhammad Zen Sahdi juga mengecam sikap para pejabat Pemkab Batubara di hari dan waktu jam kerja pergi meninggalkan Kabupaten Batubara, di mana masyarakat sangat membutuhkan pelayanan publik, dari pejabat terkait, katanya.

Sejak Kamis (28/8) hingga Jumat (29/8) para pejabat Batubara sudah berangkat meninggalkan Batubara untuk menghadiri hari ulang tahun Pemkab Tapteng.

Akibatnya hampir seluruh kantor SKPD di Batubara sepi. Junaidi (25), seorang warga menuturkan pelayanan publik di Batubara “lumpuh” dikarenakan pejabatnya pergi pelesiran ke Tapteng.

Kabag Humas Pemkab Batubara Andri Rahardian saat dikonfirmasi Analisa, Jumat (29/8) membenarkan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain dan bersama sejumlah SKPD lainnya sedang berada di Tapteng menghadiri undangan HUT Tapteng.

Saat beberapa pimpinan SKPD yang dikonfirmasi Analisa semuanya membenarkan sedang berada di Tapteng.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Batubara melalui Kabid Disiplin Julisman dikonfirmasi Analisa di ruang kerjanya menegaskan akan memberikan sanksi kepada para PNS yang tidak mengikuti aturan. Ini sesuai dengan yang tertera dalam PP Nomor 53 tahun 2010, ujarnya. (ap/analisa)      

Mari berkomentar dengan santun !