China Deportasi Wartawan Prancis Akibat Membela Muslim Uighur

WARTAWAN Perancis yang bekerja di China mengatakan, pemerintah China telah memerintahkan dirinya meninggalkan negara itu dalam waktu seminggu, menyusul laporan yang dibuatnya tentang etnis minoritas Muslim Uighur.

WARTAWAN Perancis yang bekerja di China mengatakan, pemerintah China telah memerintahkan dirinya meninggalkan negara itu dalam waktu seminggu, menyusul laporan yang dibuatnya tentang etnis minoritas Muslim Uighur.

Dilansir The Guardian pada Sabtu (26/12,) Gauthier menjadi sorotan beberapa media lokal yang berafiliasi dengan pemerintahan setelah menerbitkan sebuah tulisan mengenai Muslim Uighur.

Gauthier menuduh China memakai teror Paris sebagai pembenaran untuk melakukan tindakan tegas terhadap kaum minoritas Uighur yang tinggal di Provinsi Xinjiang. Tidak hanya menjadi sorotan, Gauthier juga menerima ancaman pembunuhan akibat tulisannya itu.

Pejabat China mengatakan, artikel itu menghujat kebijakan pemerintah, dan beberapa kolom opini di media pemerintah mengecam laporan itu.

L’Obs membela korespondennya, dalam sebuah kolom opini, dikatakan pengusiran Gauthier merupakan sebuah “insiden besar” antara China dan Prancis.

Pejabat Prancis minta penguasa China untuk membatalkan keputusan itu. Kementerian Luar Negeri Perancis Jum’at (25/12) mengatakan, pihaknya menyesalkan bahwa visa Gauthier tidak diperbaharui oleh Beijing.

Pejabat Kemenlu Prancis itu mengatakan, “Perancis mengingatkan semua pihak betapa pentingnya buat jurnalis agar bisa bekerja di mana saja di dunia.” [rn/Islampos]

Mari berkomentar dengan santun !