Di Tabrak Bus PMH, Pelajar Tewas

Bus Terguling dan Terseret Sekitar 100 Meter

Warga melihat kondisi Bus PMH yang rusak, karena terguling usai menabrak sepedamotor di Jalinsum Medan Rantauprapat. (Siswanto)

Warga melihat kondisi Bus PMH yang rusak, karena terguling usai menabrak sepedamotor di Jalinsum Medan Rantauprapat. (Siswanto)

LIMAPULUH – Aldi (16) seorang pelajar warga Perumnas Limapuluh, Kelurahan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara tewas seketika saat sepedamotor yang ditungganginya mengalami kontra dengan sebuah Bus PMH BK 7773 TA, dengan nomer pintu 422, di Jalinsum Medan-Rantau Parapat, tepatnya di KM 118-119, Desa Perkebunan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara. Sabtu (30/8) sekira pukul 07.00 WIB.

Informasi dihimpun, kejadian kecelakaan tersebut terjadi saat Aldi (16) seorang pelajar warga Perumnas Limapuluh, Kelurahan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara yang saat itu masih berseragam sekolah lengkap tersebut diduga hendak berangkat ke sekekolanya memacu sepedamotor Jupiter Z BK 3977 OC dari arah Rantau Perapat menuju arah Medan, saat dilokasi kejadian tepatnya di KM 118-119, Desa Perkebunan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara, sepedamotor yang ditunggangi Aldi (16) tersebut hendak berbelok kearah sebelah kanan, tiba-tiba dari arah belakang sepedamotornya tersebut sebuah Bus PMH BK 7773 TA, dan nomer pintu 422 yang dikemudikan oleh supir bermarga  Sihombing (40) warga Porsea, yang membawa sekitar 26 orang penumpang. diduga supir kurang mengatur jarak, hingga Bus tersebut membentur sepedamotor korban dan membuat korban terjatuh kebadan jalan, sementara sepedamotor korban tercampak dan terseret sejauh sekitar 100 meter.

Tak hanya berhenti disitu,  Bus PMH BK 7773 TA itu juga sempat oleng dan terguling hingga terseret sejauh sekitar 100 meter dan berhenti setelah menabrak dinding jembatan pembatas jalan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Akibat kejadian tersebut, Aldi (16) yang berpakaian putih abu-abu itu tewas dilokasi kejadian akibat luka-luka yang dideritanya,seperti luka lecet pada kaki bagian bawah dan tangan, luka patah pada tangan bagian lengan sebelah kanan, keluar darah dari hidung telinga dan mulut, dan dibawa ke Klinik Miftah Hakim, Limapuluh, sementara empat orang penumpang Bus PMH  BK 7773 TA tersebut yang mengalami luka-luka, para korban yakni Ponikem (37) warga Kampar Dan Putranya Putra (6) kemudian dibawa ke Klinik Miftah Hakim, Limapuluh, dan Rizal (34) dan istrinya Zahara (33) warga Kerungku, Aceh dibawa ke Puskesmas Limapuluh, Batubara untuk mendapatkan perawatan medis atas luka-luka yang mereka derita. Sementara supir Bus bermarga Sihombing (40) diketahui melarikan diri paska kejadian tersebut.

Ponikem (37) warga Kampar, salah seorang penumpang bus yang hendak pergi ziarah ke Stabat bersama ketiga orang anakanya itu mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana kejadian kecelakaan tersebut terjadi, namun menurutnya akibat kejadian tersebut, dia dan satu orang anaknya mengalami luka-luka.

“Saya tidak tahu pasti bagaimana kejadiannya bang, tadi saya dan anak-anak saya duduk dibangku  nomer 11, saat dilokasi tiba-tiba saja  mobil PMH yang saya tumpangi itu terguling, saat itu yang ada dalam benak saya adalah menyelamatkan anak-anak saya, satu orang anak saya yang bernama Putra (6) yang saat sebelum kejadian tengah melihat –lihat dari sebelah kaca sudah tidak terlihat saat kejadian, setelah berusaha mencari saya melihat anak saya ini sudah berada di bawah kursi dengan kondisi berdarah-darah, akibat kejadian itu saya mengalami luka lecet pada tangan, sementara Putra saya ini mengalami luka robek pada keningnya sebanyak 5 jahitan. ,” ujarnya.

Sementara kenek Bus PMH bernama Supratno (45) alias Kampret warga Karang Anyer, Pematangsiantar, mengaku tidak mengetahui pasti kronologi kejadian naas tersebut, karena saat kejadian dia tengah tertidur.
Kasat Lantas Polres Batubara AKP Gamal Lusiawan melalui Kanit Laka Ipda CH Manurung saat dikonfirmasi di lokasi kejadian menuturkan kejadian tersebut terjadi saat pelajar itu melaju dari arah Rantau Parapat menuju arah Medan.

“Tadi pelajar itu melaju dari arah Rantau Parapat menuju arah Medan, saat dilokasi kejadian pelajar itu hendak berbelok ke kanan, kabarnya mau menjemput temannya, saat itu dibelakang sepedamotor korban searah dari arah Rantau Parapat menuju arah Medan, diduga kurang berhati-hati dan mengatur jarak, kedua kendaraan yang berdekatan itu kemudian berbenturan, saat itu bagian sebelah kiri bus membentur bagian belakang sepedamotor korban, dan kemudian terjadi kecelakaan ,”ujarnya. (Wan/metrosiantar)

Mari berkomentar dengan santun !