Harga Ikan di Batubara Naik

(radiosmartfm)

(radiosmartfm)

Medan – Harga ikan hasil tangkapan nelayan tradisional di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara terus mengalami kenaikan, akibat krisis solar yang terjadi di daerah itu.

“Meningkatnya harga ikan di pasaran, karena para nelayan Batubara banyak yang tidak pergi menangkap ikan ke laut akibat sulit untuk mendapatkan solar,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batubara, Edy Alwi ketika dihubungi dari Medan, Minggu.

Kenaikan harga ikan di Batubara, menurut dia, karena semakin kurangnya nelayan memperoleh ikan hasil tangkapan dari laut, bila hal ini terus dibiarkan maka dikhawatirkan mata pencariaan mereka juga terancam.

“Kehidupan nelayan di wilayah Pantai Timur itu, juga semakin susah karena pembatasan pembelian bahan bakar solar oleh PT Pertamina, hal ini jangan terus dibiarkan berlarut-larut dan harus dicarikan solusinya oleh Pemerintah,” ucap Edy.

Dia mengatakan, akibat sulitnya mendapatkan solar di Batubara, harga ikan kembung kuring naik menjadi Rp27.000 per kg dari sebelumnya berkisar Rp13.000 per kg, udang putih Rp60.000 per kg dari sebelumnya Rp40.000 per kg.

Sementara itu, ikan Sinangin menjadi Rp35.000 per kg, sebelumnya Rp22.000 per kg, dan Ikan Bawal Putih Rp35.000 per kg, dan sebelumnya hanya Rp28.000 per kg.

“Kenaikan harga ikan di Kabupaten Batubara sulit untuk diturunkan, karena belum stabilnya pasokan bahan bakar solar kepada nelayan di daerah tersebut,” katanya.

Sebelumnya, diperkirakan sebanyak 500 lebih kapal nelayan tradisional Batubara, beberapa minggu ini tidak pergi menangkap ikan ke laut, karena sulit memperoleh bahan bakar solar.

Bahkan, jika ketersediaan solar masih kekurangan, maka dikhawatirkan seluruh nelayan yang ada di Batubara akan berhenti melaut sehingga

menggangur dan tidak memiliki pekerjaan lagi.

Jumlah nelayan yang memiliki kapal, diperkirakan mencapai 800 unit dan bahah bakarnya adalah menggunakan solar.

Sedangkan jumlah nelayan tradisional beroperasi menangkap ikan di perairan Batubara, diperkirakan mencapai 21 ribu orang, yakni pemancing, pemukat dan nelayan menggunakan perahu sampan kecil.***2*** (Munawar Mandailing/antara)

Mari berkomentar dengan santun !