Inalum Bangun PLTU untuk Dongkrak Produksi Aluminium 500 Ribu Ton

inalum bangun pltuMEDAN. Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), sudah memasuki tahap feasibility study. Sesuai rencana, studi kelayakan ini akan berlangsung selama 6 bulan sehingga diharapkan, pada akhir tahun sudah ada tender kontraktor.

Demikian disampaikan Direktur Utama Inalum Winardi pada temu ramah dan silaturahmi Inalum dengan pimpinan media, institusi penerangan, dan pers di Medan, Jumat (17/4/2015) malam.

Dijelaskan Winardi, PLTU berbahan bakar batubara dengan kapasitas 1.000 MW atau 3 x 350 MW ini untuk mewujudkan target produksi Inalum dari saat ini 265.000 ton per tahun menjadi 500.000 ton pada tahun 2019 atau awal 2020 mendatang.

Dijelaskannya, saat ini Inalum dan PT Batubara Bukit Asam Tbk sedang melakukan feasibility study untuk membangun PLTU Batubara di atas lahan seluas 80 hektare (ha) dekat lokasi pabrik Inalum di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Menurut dia, nilai investasi untuk pembangunan PLTU Batubara tersebut baru bisa ditentukan setelah studi kelayakan dituntaskan. Sebab peralatan seperti turbin dan genset memiliki harga yang bervariasi.

Namun yang pasti, sekitar 35% dari investasi pembangunan PLTU ini berasal dari kas internal. Sedangkan 65% nya dari pinjaman ataupun penerbitan obligasi. “Kami akan mencari pendanaan yang paling memungkinkan bagi Inalum,” kata dia.

Winardi memastikan, pihaknya juga akan mencari produk yang terbaik untuk komponen pembangkit. Karena industri aluminium membutuhkan listrik yang stabil, jika listrik padam selama tiga jam saja, maka tanur pembakaran akan membeku, bila sudah begitu, harus dibangun tanur baru.

“Sekarang memasuki tahap studi kelayakan sampai dengan 6 bulan. Harapannya, akhir tahun sudah tender kontraktor,” jelasnya.

Pembangunan PLTU ini akan memakan waktu selama empat tahun dan ditargetkan pada tahun 2020 nanti sudah bisa beroperasi.

Menurut Winardi, pembangunan PLTU tidak hanya akan memenuhi kebutuhan listrik Inalum, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kawasan industri dan masyarakat Sumut melalui PT PLN (Persero).

Sedangkan PLTU sendiri akan dikelola oleh sebuah perusahaan joint venture antara Inalum dan PTBA. Tetapi mayoritas sahamnya dimiliki Inalum. Selain itu, tugas PTBA adalah memasok kebutuhan batubara untuk PLTU Batubara yang akan menggunakan kualitas batubara 3.000 kilo kalori per kilogram (kkal/kg) atau 4.000 kkal/kg.

Bila sudah beroperasi, nantinya, listrik yang diproduksi oleh PLTU itu akan diserap untuk kebutuhan Inalum sebanyak 700 MW. Sisanya, 300 MW akan dijual ke kawasan industri Kuala Tanjung dan kawasan industri Sei Mangkei. [ded] edisimedan

Mari berkomentar dengan santun !