Iwan, Raup Puluhan Juta Dari Setel Lingkar

setel-lingkar2Siapa bilang cari uang susah. Atau mungkin ada yang berpikir bahwa sekarang ini sulit kebagian rejeki karena lapangan kerja yang telah menjadi sempit ? Tapi hal itu tampaknya tak berlaku bagi Iwan. Lelaki setengah baya yang mengaku cuma lulus sekolah setingkat SMP itu, berpenghasilan rata-rata Rp.72 juta per tahun.

Angka itu merupakan akumulasi pendapatan rata-rata yang diasumsikan mencapai Rp.200 ribu per hari. Pendapatan seperti itu, nyaris 4 kali lebih tinggi dari karyawan ataupun buruh biasa yang mengandalkan UMP yang secara umum di Indonesia masih dibawah Rp.2 juta-an.

Lalu, apa pekerjaan Iwan ? Sederhana: menyetel lingkar dan memasang jari-jari velg sepeda motor. Juga sepeda. Ia mencari nafkah di bengkel sederhana miliknya di Desa Tanah Tinggi, Batubara.

Walau relatif jauh dari jalan raya, tapi Iwan yang mendapatkan ilmu stel lingkar dari Atuk (kakek) nya, dan telah puluhan tahun menjalani profesi turun-temurun itu, selalu sibuk mengerjakan orderan kerja yang diterima per hari.

Tapi sekalipun sering banyak pesanan, Iwan hanya mampu melayani 3-4 pasang lingkar sepeda motor saja. “Kadang kalau lagi banyak, malah ditolak (oderan} Nggak sempat ngerjainnya” kata Iwan.

Untuk jasanya itu, setiap pasang Iwan mematok Rp.60 ribu bagi konsumen. Harga itu memang sepadan. Hasil kerja Iwan akan membuat pemilik sepeda motor nyaman berkendara. Tentu tak enak kalau sedang melaju di jalan raya tapi roda kendaraan tak lempang menapak di Aspal.

Karena menjanjikan pendapatan yang baik, Iwan juga menularkan ilmu bagi adiknya. “Sekarang dia sudah bisa cari makan sendiri. Banyak juga kerjaannya” kata dia. Bukan cuma setel lingkar, ia juga ajarkan cara memperbaiki sepeda motor.

Untuk pekerjaan menyetel lingkar itu, Iwan menyibak sedikit kiat. Ketelitian, papar dia, menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Secara teknis, proses pengetatan jari-jari juga punya hitung-hitungan khas. “Kalau ngetat kan itu nggak boleh sekali tiga, harus empat atau dua” ungkapnya.

Untuk belajar teknik setel lingkar yang dilakoninya itu, menurut Iwan bukanlah perkara sulit. “Satu hari aja kalau dipelajari betul-betul sudah dapat” jelas dia.

Iwan adalah potret kecil bagaimana kreatifitas dihasilkan. Diciptakannya peluang ekonomi tersendiri dengan cuma menyetel lingkar, disaat kebanyakan orang gelagapan mencari pekerjaan.

Punya pendapatan memadai, sekaligus berjasa bagi keselamatan orang lain, hmm… tentu itu merupakan pekerjaan yang menarik. Bagaimana, Anda mau mencoba? [beritabuana]

**** khairul indra

Mari berkomentar dengan santun !