‘Karas-karas’ Andalan Kabupaten Batubara

staf paviliun Kabupaten Batubara memperlihatkan makanan khas asli Batubara berupa Karas-karas dengan latar belakang pakaian adat Melayu pesisir.Andalas/ Thamrin Samosir

staf paviliun Kabupaten Batubara memperlihatkan makanan khas asli Batubara berupa Karas-karas dengan latar belakang pakaian adat Melayu pesisir.Andalas/ Thamrin Samosir

Medan – ‘Karas-karas’, makanan khas Kabupaten Batubara menjadi andalan dalam pameran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-44. Terbukti, sejak pembukaan kemarin, target penjualan makanan khas yang terbuat dari tepung terigu dan menjadi produk UKM Kabupaten Batubara
tersebut sudah mencapai 300 bungkus.

“Setiap pengunjung yang singgah ke paviliun Batubara, ‘karas-karas’ menjadi oleh-oleh yang paling banyak dicari. Sebab, pengunjung selalu menanyakan makanan khas kabupaten ini,” terang, Jamil, staf Kabupaten Batubara yang bertugas di paviliun Kabupaten Batubara saat ditemui kemarin.

Selain ‘karas-karas’, kue cincin juga laris manis diminati pengunjung. Pada hari pertama, kuliner khas batubara tersebut sudah habis terjual. “Mungkin karena harga jualnya termasuk murah jadi banyak masyarakat yang berminat. Apalagi makanannya lumayan enak,” tambahnya.

Tidak hanya mengandalkan buah tangan dari sektor kuliner, Kabupaten Batubara juga menampilkan berbagai kerajinan tangan masyarakat setempat, seperti tas dari songket, tempat tisu dari songket, lampu keong dari selodang, baju songket, dan berbagai macam kerajinan tangan lainnya.

“Ada juga kerajinan tangan berupa pakaian dan produk-produk kerajinan tangan lainnya. Untuk sementara ini sudah ada 2000-an pengunjung yang singgah ke paviliun kita,” tukasnya. (THA) [andalas]

Mari berkomentar dengan santun !