KNPI Batubara Pertanyakan Pembangunan Rel Kereta Api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung

hariansib_-KNPI-Batubara-Pertanyakan-Pembangunan-Rel-Kereta-Api-Bandar-Tinggi-Kuala-TanjungBatubara – Terhentinya kelanjutan pembangunan rel kereta api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung dan pembangunan pelabuhan internasional mulai hangat dibicarakan elemen masyarakat. Pihak berwenang diminta menjelaskan penyebab terkendalanya proyek strategis itu. KNPI Batubara berharap, ada pihak yang mau menjelaskan kendala proyek proyek itu.
“Kami sudah amati, beberapa pekan ini memang tidak ada kegiatan pekerjaan di jalur rel itu. Padahal, masih banyak jalur yang belum dipasang bantalan rel. Bahkan, ada masih tanah saja di beberapa lokasi,” kata Ketua KNPI Batubara dr Juri Freza kepada wartawan di Limapuluh, Jumat (10/4).
Sebagai bagian dari pembangunan di Batubara, kata dia, pemuda sangat berkepentingan mengetahui kelanjutan pembangunan. Apalagi proyek itu dari pusat, pihak berwenang harus mengajarkan pembangunan yang transparan ke daerah.
“Proyek itu diresmikan Presiden Jokowi, jangan tertutup. Transparanlah soal proyek itu, termasuk jika ada kendala penyebab vakumnya pekerjaan itu. Jangan warga Batubara dan sekitarnya dijejali harapan palsu. Istilah sekarang pemberi harapan palsu. Jika kendalanya lokal, bicarakan kepada pemangku amanah di sini, KNPI akan ikut membantu semampu kami,” ujar Juri.
Kelanjutan groundbreaking pembangunan pelabuhan terminal multi purpose di Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara usai diresmikan Presiden Jokowi, 27 Januari lalu, memang saat ini terlihat terhenti. Pasalnya, sampai saat ini tidak ada kegiatan apapun di lokasi groundbreaking itu. Masyarakat menyayangkan, jika salah satu proyek strategis itu harus terbengkalai.
Di lokasi pematokan paku bumi yang langsung disaksikan Presiden Jokowi, tidak ada kegiatan apapun yang menunjukkan kelanjutan pembangunan terminal multi purpose itu. Di lahan itu hanya terlihat 3 batang paku bumi tergeletak dan satu paku bumi sudah tertanam.
“Paku bumi yang ditanam saat Presiden Jokowi hadir saat itupun terlihat sudah patah. Jika itu bagian dari teknis pembangunan, lalu mana kelanjutan pembangunan berikutnya? Kami warga setempat sangat mendukung pembangunan daerah ini. Namun, jangan hanya saat seremonial saja daerah ini jadi ramai didatangi dan dibicarakan. Kelanjutannya malah seolah jadi terbengkalai begini,” kata salah seorang warga setempat, Dani (32).
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Batubara Syafrizal Ramli berharap pihak terkait dapat melanjutkan pekerjaan di kawasan industri terpadu tersebut.
“Peresmian sudah dihadiri Bapak Presiden, seharusnya tidak ada kendala lagi seperti sekarang ini. Kita tidak dapat berbuat banyak, karena proyek itu dari pusat. Secara kebetulan, lokasinya di Kabupaten Batubara. Namun demikian, ini juga menjadi persoalan penting bagi kami dan Pemkab Batubara.
Semogalah melalui pemberitaan SIB ini, pihak-pihak terkait dapat memberikan penjelasan terkait kelanjutan pembangunan proyek-proyek strategis itu. Jika terkait pembebasan lahan, itu sudah kewenangan dari Pemprovsu,” katanya.
Dari maket yang dipajang saat Presiden Jokowi datang ke Kuala Tanjung menunjukkan, proyek pembangunan rel kereta api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 21.5 km itu bersumber dari APBN sebesar Rp 400 miliar. Masa pembangunan selama 62 bulan, dimulai November 2011 dan beroperasi Januari 2017. Dijelaskan juga, kondisi saat ini sudah dibangun tubuh banan, balas, subbalas, bantalan beton sepanjang 14.25 km, sambil menunggu rel R.54.
Sedangkan 7.25 km lagi masih menunggu pembebasan lahan, yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.(C18/d) (SIB)

Mari berkomentar dengan santun !