Media Islam yang Diblokir Tuntut Nama Baiknya Segera Direhabilitasi

#KembalikanMediaIslam

#KembalikanMediaIslam

Jakarta – Sejumlah media Islam yang diblokir Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) beberapa hari lalu menuntut lembaga negara itu merehabilitasi nama baik situs-situs mereka. Pasalnya, Kemkominfo tidak bisa membuktikan bahwa situs-situs Islam yang diblokir itu berkonten radikal.

“Kami meminta agar Kemkominfo segera menormalisasi atau membuka blokir situs Islam dan merehabilitasi nama baik situs kami,” tuntut Malhadi, juru bicara media Islam saat memenuhi undangan Kemenkominfo, Selasa (07/04).

Mahladi juga mendesak Kemenkominfo meminta maaf secara terbuka. Karena, pemblokiran yang dilakukan Kemenkominfo tidak sesuai dengan undang-undang dan terkesan serampangan.

Selain itu, pemimpin redaksi situs Hidayatullah.com ini  mendesak Kemkominfo dan BNPT menjelaskan apa yang dimaksud radikalisme. Sehingga, lanjutnya, kami bisa memahami maksud istilah yang dijadikan alasan situs-situs kami diblokir sepihak.

“Karena sampai saat ini kami dan teman-teman masih bingung apa yang dimaksud radikal,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan, Komisi Informatika Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sinansari Ecip. Ia yang diundang mewakili pemerintah mendesak supaya situs-situs Islam yang telah diblokir dibuka kembali. Ecip menegaskan, pemblokiran yang dilakukan Kemenkominfo telah merugikan nama baik media Islam.

“Saya meminta Kominfo untuk merehabilitasi nama media mereka secara terbuka,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah tidak langsung menghukumi situs Islam yang diblokir itu sebagai situs radikal tanpa memberikan hak klarifikasi dan menjawab. Apa yang telah dilakukan BNPT melalui Kemenkominfo ini jelas merugikan nama baik media Islam. KIBLAT.NET

Mari berkomentar dengan santun !