Ozy, Peternak dan Pengusaha Telur Ayam Berbakat

Ozy bersama ternak ayam peliharaannya. (asih/rz)

Ozy bersama ternak ayam peliharaannya. (asih/rz)

Jogjakarta. Sejak masuk SD Juara Jogjakarta, Ozy sudah menarik perhatian para guru. Sebab di usianya yang masih belia, Ozy telah dipercaya untuk mengelola dagangan kue ibunya. Ozy dipercaya mengelola mulai dari proses produksi, penjualan, hingga keuangan. Dari sanalah Ozy belajar matematika realistik, yaitu matematika yang aplikatif dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sekolah, Ozy menjalani kehidupannya dengan wajar, layaknya anak-anak lain, meskipun ia mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Saat berbicara artikulasinya kurang jelas dan butuh konsentrasi penuh untuk bisa nyambung saat berinteraksi.

Kemampuan Ozy dalam bidang akademis yang belum berkembang secara signifikan, menarik perhatian orangtua dan para guru. Ozy lalu diikutkan tes IQ untuk mengetahui kemampuan logika, linguistik dan visual spesialnya. Hasil tes menunjukkan bahwa IQ Ozy berada di bawah rata-rata anak seusianya.

Kondisi itu tak mematahkan harapan guru dan orangtua Ozy. Eksplorasi kecerdasan, potensi dan bakat Ozy pun dilanjutkan. Kali ini, Ozy diikutkan tes Multiple Intelligences dengan melibatkan orangtua. Setelah tes dilakukan, pihak sekolah menemukan bakat Ozy yakni beternak. Menurut pengamatan ibunya, Ozy sangat telaten membantu memelihara ayam milik kakeknya. Mulai menjaga para induk saat musim bertelur, hingga merawat telur-telur itu hingga menetas.

“Beternak ayam itu mengasyikkan. Saya bisa bermain-main dengan mereka dan dari mereka saya belajar sabar. Sabar memelihara, memberi makan, menunggu ayam-ayam itu bertelur, dan menunggu telur-telur ayamnya menetas,” kata Ozy, Kamis (08/01/15).

Sekolah pun memberi kesempatan pada Ozy untuk beternak ayam. Sekolah memberi modal yang cukup untuk membeli dua pasang ayam. Beberapa pekan berselang, Ozy mulai melaporkan hasil ternaknya ke sekolah. Mulai dari jumlah telur yang dihasilkan, berapa yang ditetaskan, sampai untuk apa uang hasil penjualan telur digunakan.

Ozy yang berasal dari keluarga kurang mampu kini bisa mendapat uang jajan tambahan dari usahanya beternak dan berjualan telur ayam. “Alhamdulillah, saya senang sekali, guru-guru memberikan modal untuk beternak. Sekarang saya bisa menernakkan ayam-ayam saya sendiri dan jadi punya uang jajan dari hasil jualan,” ungkap Ozy bahagia.

Dari sini, Ozy juga belajar Bahasa Indonesia yang baik karena tuntutan untuk menawarkan telur kepada konsumen termasuk para guru. Selain itu, Ozy belajar manajemen keuangan karena dia harus mengatur jumlah uang untuk membeli pakan, ditabung, dan bisa digunakan untuk jajan. [dakwatuna]

Mari berkomentar dengan santun !