Pertama Di Indonesia, Bulog Sumut Beli Langsung Cabai Petani

Cabai dari para petani di Kabupaten Batubara yang dibeli Bulog Sumut

Cabai dari para petani di Kabupaten Batubara yang dibeli Bulog Sumut

MEDAN – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Sumatera Utara membeli komoditas cabai secara langsung ke petani untuk menekan lonjakan harga.

Menurut Rudy Adlin, Humas Bulog Divre Sumut, pembelian ini merupakan penetrasi pembelian perdana Bulog untuk komoditas cabai sepanjang BUMN itu beroperasi di Sumut, bahkan di Indonesia.
“Di Indonesia, baru kami yang membeli cabai langsung dari petani. Di Indonesia, baru Sumatera Utara” ujarnya di Medan, Selasa (24/3/2015).
Dia menjelaskan, cabai yang dibeli Bulog Sumut berasal dari para petani di Kabupaten Batubara sebanyak 50 ton. Saat pembelian tersebut dilakukan pada akhir Februari 2015, harga cabai di tingkat pedagang senilai Rp20.000 per kg. Pembelian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Bulog Sumut membantu menekan harga cabai yang jika dibiarkan akan memengaruhi tingkat inflasi.
Sedangkan Kabupaten Batubara dipilih setelah Bulog Sumut mendapatkan informasi dari Tim Pengendali Inflasi Darah (TPID) adanya panen cabai di daerah tersebut.
Kabupaten Batubara juga menjadi salah satu daerah sentra di Sumatera Utara dengan memiliki sekitar 1.200 hektare lahan cabai, selain Simalungun dan Tanah Karo.
Melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Bank Indonesia dan TPID, Bulog Sumut membeli cabai secara langsung dari para Gabpoktan. “Bulog butuh informasi dari TPID dan Pemda karena tidak mengetahui lebih jelas daerah-daerah panen,” ujarnya.
Dalam melakukan pembelian, Bulog Sumut memanfaatkan tenaga konsultan yang dimiliki Bank Indonesia. Konsultan menaksir harga pembelian berdasarkan biaya yang dikeluarkan petani mulai dari pembibitan, pemupukan sampai panen, adalah sekitar Rp6.500 per kg. Dan merekomendasikan harga pembelian senilai Rp8.000 per kg. Namun, lanjutnya Rudy, pihaknya memutuskan untuk membeli cabai petani seharga Rp10.000 per kg.
Upaya itu menurutnya langsung berdampak positif. Setelah pembelian cabai dilakukan dan kemudian Bulog mengecernya seharga Rp16.000 per kg, dalam tempo dua hari, harga di tingkat pedagang turun dengan nilai yang sama. Setelah beberapa hari bertahan, akhirnya harga cabai turun lagi menjadi Rp12.000 per kg.
Selain berdampak signifikan terhadap penurunan harga di pasaran, pembelian langsung cabai oleh Bulog Sumut juga mempengaruhi harga di tingkat petani. Saat ini para pengumpul menghargai cabai petani di atas nominal dari yang ditawarkan Bulog Sumut.
“Setelah Bulog masuk, para petani di sana bilang, kalau bisa Bulog jangan meninggalkan kami. Semenjak Bulog turun, baru kali ini kami menikmati hasil pertanian kami,” tutur Rudy. Kegembiraan petani di Kabupaten Batubara tersebut bisa dimaklumi mengingat selama ini mereka cuma dipatok harga Rp6.000 per kg oleh para pengumpul meskipun seringkali harga di pasaran melonjak. [Bisnis.com]

Mari berkomentar dengan santun !