Polisi Mesir Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Gaji, Media Pemerintah: Itu Diprovokasi IM

unjuk-rasa-330x195dakwatuna.com – Mesir. Sekitar 200 orang anggota aparat kepolisian Mesir menggelar aksi unjuk rasa di Provinsi As-Syarqiyah, peristiwa yang tercatat pertama kalinya dalam era kepemimpinan tokoh kudeta Abdul Fatah As-Sisi.

Peristiwa ini cukup menarik perhatian, mengingat As-Sisi sebelumnya mengeluarkan UU yang melarang aksi unjuk rasa yang tidak mendapatkan izin.

Saksi mata menyebutkan bahwa para pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung kepolisian di kota Zagazig, ibukota As-Syarqiyah, dan melakukan orasi menuntut kenaikan gaji dan perbaikan kesejahteraan, termasuk fasilitas berobat di rumah sakit yang selama ini hanya diperuntukkan untuk pejabat tinggi kepolisian.

Salah seorang pengunjuk rasa, Muhammad Jum’ah, menyatakan pihaknya akan terus melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja sampai tuntutan mereka diperhatikan.

Anehnya, kantor berita milik Pemerintah Mesir, MENA, menuding Ikhwanul Muslimin yang memprovokasi aparat kepolisian menggelar aksi unjuk rasa dengan imbalan uang, namun dibantah langsung oleh pengunjuk rasa.

Tudingan itu terdengar aneh mengingat dalam sejarah Mesir hubungan IM dan kepolisian itu buruk, termasuk setelah kudeta As-Sisi terhadap Presiden Mursi. (rem/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

 

Mari berkomentar dengan santun !