Sukses Dengan ‘Cinta Subuh’, Wanita Ini Lanjutkan Perjuangan Dakwahnya

cuplikan-video-film-Tausiyah-Cinta-panah

Cuplikan Teaser film Tausiyah Cinta The Movie. (YouTube)

dakwatuna.com Film indie ‘Cinta Subuh’ belum hilang dari ingatan para netizen. Film pendek yang menceritakan seorang lelaki dalam mendapatkan hati wanita dengan shalat subuhnya. Hidayatur Rahmi atau yang lebih akrab disapa Ami, selaku pemeran perempuan (Ratih) dalam film itu kerap melanjutkan perjuangan dakwahnya lewat film lain.

Tausiyah Cinta, adalah langkah Ami selanjutnya dalam memperjuangkan dunia dakwah islam melalui media perfilman. Baginya, berdakwah memiliki jalan yang berbeda. Salah satunya adalah dengan kesempatan yang diberikan lewat memerankan film.

Baginya, film ini merupakan film yang sangat berbeda dengan film lainnya. “Film ini dibuat dengan perjuangan penuh, agar nilai-nilai di dalamnya tersampaikan dengan baik. Meskipun halangan dan rintangan tidak jarang mendatangi tim dalam pembuatan ini. Namun berkat keteguhan seluruh elemen, film inipun sebentar lagi bisa tayang” ujar Ami.Tayang bulan Oktober mendatang, wanita yang masih duduk di bangku kuliah ini merasakan kekuatan penuh dari film Tausiyah Cinta. Baginya, film tersebut bukan hanya tentang di depan layar, melainkan keteguhannya dalam mempelajari Islam justru semakin didapat dari para kru film.

Bagi Ami, film ini bukan hanya tentang roman picisan mengenai cinta antar sesama manusia. melainkan kehidupan sehari-hari yang kadang terlupa oleh manusia. “Film ini meneguhkan tentang aqidah, akhlak dan ibadah” lanjutnya.

Ami yang memerankan sosok Elfa merasa sedikit kesulitan. Sosoknya yang sebelumnya bermain peran hanya di film indie, kini harus menekuni film layar lebar. “Aku memerankan sosok Elfa, di sana banyak perang batin dan menguras emosi. Hal itu yang membuat sangat kesusahan. Tapi atas bantuan tim dan keinginanku untuk belajar, insya Allah hasilnya tidak akan mengecewakan” ujar tutor bahasa Arab bagi para anak di Jakarta ini.

Baginya, film ini merupakan tapak tilas problematika seorang manusia. Film ini merupakan nasihat ayat cinta dari Allah yang disampaikan dalam bentuk cinta. Dan tujuan terbesarnya merupakan pencapaian cinta Allah SWT.

“Aku berharap film ini akan berkah bagi umat yang menontonnya. Dan tentunya menjadi keberkahan bagi para penonton dan tim yang membuat. Aamiin” tutur Ami.

Redaktur: Ardne

 

Mari berkomentar dengan santun !