Polda Sumut Tembak Napi Asimilasi Berulah Jadi Pelaku Begal

  • Whatsapp
Tersangka Haris Lubis di RS Bhayangkara Medan. (Ist/Jos Tambunan).

Tim Opsnal Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Poldasu dan BKO Resmob Brimob Polda Sumut terpaksa menembak napi asimilasi yang kembali berulah melakukan tindak pidana kejahatan dengan membegal seorang warga, RH Kusuma (20) warga Jl. Terusan Dusun II Bandar Setia, Kec. Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Tersangka, Haris Lubis (24) warga Jl. Denai Gg. Sugeng, Kec. Medan Denai diboyong ke RS Bhayangkara Medan akibat kakinya ditembak petugas karena melawan saat ditangkap. Selanjutnya tersangka diserahkan ke Polrestabes Medan untuk penyidikan lebih lanjut.

Tersangka yang menjalani program asimilasi sejak 14 April 2020 ini ditangkap petugas di Jl. Rajawali,Tangguk Bongkar, Mandala, Medan, Kamis (7/5)  sekira pukul 07.00 Wib.

Sebagai barang bukti polisi menyita 1 unit honda beat putih yang digunakannya melakukan kejahatan dan sebilah senjata tajam jenis samurai yang  diamankan pada saat di TKP (milik pelaku yg terjatuh).

Dirreskrimum Poldasu, Kombes Irwan Anwar S.Ik, melalui Kabid Humas, Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Jumat (8/5) mengatakan, tersangka melakukan aksi begal terhadap korban di Jl. Komplek Perumahan Veteran, Desa Medan Estate, Sabtu (2/5) sekira pukul 06.00 wib.

“Peran tersangka HL pada saat melakukan aksi begal di TKP Jalan Pancing/William Iskandar Medan yaitu sebagai eksekutor yang membawa senjata tajam dan menodongkan serta menyerang korban jika saat melawan,” kata Tatan.

Tersangka, aku Tatan, adalah napi program asimilasi pada 14 April 2020 lalu.

Dijelaskan, saat korban melintas di TKP, dicegat tersangka Haris Lubis bersama seorang temannya yang mengenderai sepeda motor berinisial K (buron). Lalu, tersangka menodongkan senjata tajam dan merampas sepeda motor korban.

“Tersangka mengaku sudah menjual sepeda motor hasil kejahatannya tersebut dan saat ini tersangka yang lain berikut sepeda motor hasil kejahatan tersangka masih dalam pencarian,” pungkas Tatan. *